PERAN PEMBAGIAN ILMU EKONOMI
BAGI
PEREKONOMIAN DI INDONESIA
Triana
Dewi
Universitas Negeri Surabaya
ABSTRAK
Ilmu ekonomi mengalami perkembangan yang
sangat besar, dari hasil penelitian dan pengembangan oleh para ahli, ilmu
ekonomi melahirkan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang, kegiatan manusia
sendiri dalam kesehariannya tidak terlepas dalam kegiatan ekonomi dengan ini
ilmu ekonomi dapat membantu manusia dalam perekonomiannya karena dengan adanya
ilmu ekonomi maka kegiatan manusia ada acuannya. Ilmu ekonomi dibagi menjadi
tiga bagian utama yaitu ilmu ekonomi terapan, ilmu ekonomi deskriptif, dan ilmu
ekonomi teori. Ketiga ilmu ekonomi ini saling berkaitan dan saling melengkapi satu
sama lain dalam penerapannya, ilmu ekonomi teori sendiri dibagi menjadi dua
cabang yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro pembagian ini dipergunakan untuk menunjukkan peranan ilmu ekonomi serta untuk mempermudah mempelajari dan memahami ilmu
ekonomi, Ruang lingkup
ekonomi makro luas pembahasannya mencakup skala nasional, ekonomi makro
mempunyai tujuan utama yaitu untuk menunjang keberhasilan pertumbuhan ekonomi
dan peningkatan pendapatan nasional. Jika kedua aspek tersebut dapat tercapai
maka kesejahteraan bangsa juga akan tercapa, Ilmu ekonomi
berperan penting dalam membantu pemerintah menentukan kebijakan-kebijakan yang
bisa diambil untuk menanggulangi suatu permasalahan ekonomi.
Kata kunci: ilmu ekonomi, pertumbuhan, pendapatan nasional
Pendahuluan
Kehidupan manusia tidak terlepas dari kegiatan
ekonomi, dalam ilmu ekonomi manusia sebagai subjek atau pelaku ekonomi
sedangkan sumber daya adalah objek, jadi bisa dikatakan keadaan sumber daya
adalah hasil dari perilaku pelaku ekonomi. Namun, pada dasarnya seseorang akan
mengaitkan uang dalam kata ekonomi, banyak pihak yang mengatakan bahwa ilmu
ekonomi adalah ilmu kekayaan jika menjadi orang ekonomi atau sarjana ekonomi akan
mampu mengurus dan mengatur keuangan serta memiliki uang yang banyak, padahal
uang adalah sebagian kecil dalam pembahasan bidang studi ilmu ekonomi. Selain
itu, kemampuan mengatur keuangan sebenarnya bukan hanya dimiliki oleh sarjana atau
orang ekonomi tetapi kemampuan tersebut wajib dimiliki setiap manusia untuk melanjutkan kehidupan mereka agar dapat
mengatur pengeluaran serta pendapatan mereka secara efisien. Secara umum
manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, selama hidup manusia membutuhkan
bermacam-macam kabutuhan yaitu sandang, pangan, dan pokok seperti makanan,
pakaian, rumah, pendidikan, dan kesehatan.
Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mengalami
perkembangan cukup besar dari zaman ke zaman hingga saat ini menjadi bidang studi
ilmu pengetahuan. Adam Smith adalah orang pertama yang mengembangkan ilmu
ekonomi pada abad 18 sehingga dijuluki sebagai Bapak Ekonomi, perkembangan
sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh
ahli ekonomi lainnya, dari adanya penelitian dan pengembangan ilmu ekonomi
lahirlah ilmu ekonomi dalam berbagai bidang. Ruang lingkup ekonomi juga sangat
luas sehingga dengan ini ilmu ekonomi
terbagi dalam beberapa cabang, seperti yang dikemukakan oleh Alfred W. Stonier dan Douglas C. Hagues bahwa ilmu
ekonomi dibagi menjadi tiga bagian yaitu ilmu ekonomi terapan, ilmu ekonomi teori,
dan ilmu ekonomi deskriptif. Sebagai suatu keseluruhan, teori ekonomi dibagi
menjadi dua bagian besar, pembagian itu adalah Teori Ekonomi Mikro dan Teori
Ekonomi Makro dengan melihat namanya saja, sudahlah jelas apa yang dimaksud
dengan dua pembagian itu, sebab mikro artinya adalah kecil, sedangkan makro
artinya adalah besar, jadi ekonomi mikro adalah pembahasan ekonomi dalam ruang
lingkup kecil, sedangkan ekonomi makro membahas ekonomi dalam ruang lingkup
yang luas atau dalam skala nasional, dalam ekonomi makro maupun ekonomi mikro
sama-sama mempunyai peran yang penting dalam menunjang keberhasilan
perekonomian di Indonesia, dalam ekonomi mikro dan ekonomi makro sudah terbagi
ruang lingkup masing-masing dengan ini pemerintah atau masyrakat dapat dengan
mudah memahami, pembagian dalam ilmu ekonomi sendiri selain berkembang menjadi
ilmu pengetahuan, ilmu ekonomi juga berkembang untuk penyelesaian-penyelesaian
masalah ekonomi yang dihadapai baik dalam suatu daerah atau pada negara
tertentu.
Pembagian ilmu ekonomi merupakan pembagian yang dipergunakan untuk
menunjukkan peranan ilmu ekonomi, yaitu untuk penerapan dan untuk pengembangan
ilmu ekonomi itu sendiri. Selain itu, mengingat bahwa cakupan pembahasan ilmu
ekonomi sangat luas maka pembagian dalam ilmu ekonomi menjadi hal yang
sangat penting karena dapat memudahkan seseorang mempelajari ilmu ekonomi
sesuai tema dan topik pembahasan yang dicari.
Berdasarkan pemaparan tersebut muncul rumusan masalah
seperti berikut (1).Apa pengertian dari ilmu ekonomi, (2).Sebutkan dan jelaskan
pembagian dari Ilmu ekonomi, (3).Bagaimana ruang lingkup ekonomi makro, dan
(4).Jelaskan peran pembagian ilmu ekonomi dalam perekonomian Indonesia. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini adalah (1).Mengetahui
pengertian dari ilmu ekonomi, (2).Mengetahui ragam dari pembagian Ilmu ekonomi,
(3).Mengetahui ruang lingkup dalam ekonomi makro, dan (4).Mengetahui peran pembagian ilmu
ekonomi dalam perekonomian di Indonesia.
Pembahasan
Secara
umum, ilmu ekonomi berguna karena ia memberikan petunjuk-petunjuk mengenai
kebijakan apa yang bisa diambil untuk menanggulangi suatu permasalahan ekonomi
tertentu. Ekonomi makro dan ekonomi mikro, kedua cabang ini berperan penting
dalam membahas keadaan perekonomian Indonesia dengan ruang lingkup
masing-masing. Ekonomi makro dan ekonomi mikro sebagai salah satu cabang dari
ilmu ekonomi yang akan dibahas dalam artikel ini, tugas pengendalian makro
adalah mengusahakan agar perekonomian bisa bekerja dan tumbuh secara seimbang,
terhindar dari keadaan-keadaan yang bisa mengganggu keseimbangan umum.
Pengertian Ilmu Ekonomi
Kata
ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata Oikos dan Nomos, kata Oikos
berarti “keluarga, rumah tangga”. Sedangkan
Nomos artinya “peraturan, aturan, dan hukum. Sedangkan
menurut istilah adalah aturan rumah tangga. Jadi ekonomi adalah satu bagian dari
kajian ilmu mengenai pengurusan sumber daya serta perilaku individu, masyarakat
untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia. Oleh karena itu, ekonomi
adalah ilmu yang terkait mengenai usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya dengan sumber daya yang ada melalui aktivitas mengkonsumsi, memproduksi
serta distribusi. Ekonomi membahas setiap tindakan manusia dalam proses yang
harus dilaksanakan untuk menciptakan barang-barang dan jasa yang ditujukan
untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan manusia. Jadi dapat disimpulkan, Ilmu
Ekonomi ini suatu ilmu yang bahan kajiannya tidak terlepas dari mempelajari tentang
akhlak dan moral setiap individu serta masyarakat di dalam menentukan berbagai pilihan
yang bertujuan untuk melakukan penentuan mengelola dan mengolah secara bijak
sumber-sumber daya yang sifatnya terbatas untuk diolah secara optimal dan bijak
dalam pemenuhan kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan tujuan
meningkatkan standar dan kualitas hidup masyarakat.
Pembagian Ilmu Ekonomi
Dalam pembagian ilmu
ekonomi dua orang ahli ekonomi yaitu Alfred W. Stonier dan Douglas C. Hagues
membagi ilmu
ekonomi ke dalam 3 Jenis Kajian yang terperinci, yaitu Ekonomi Terapan, Ekonomi
Deskriptif, serta Ekonomi Teori.
(1).Ilmu
ekonomi terapan dari namanya saja sudah jelas bahwa ekonomi terapan adalah
wujud dari penerapan teori ekonomi dalam rangka untuk menyelesaikan berbagai
permasalahan ekonomi dengan cara langsung sesuai dengan objek permasalahan, ekonomi
terapan juga dipakai untuk membentuk sebuah visi misi ekonomi di dalam sebuah
lingkungan masyarakat khususnya bagi perusahaan, karena ekonomi terapan adalah
wujud nyata dalam mengimplementasikan dari teori ekonomi sehingga visi dari
suatu perusahaan akan terlaksana sesuai langkah-langkah misi yang telah
direncanakan. Ekonomi terapan ini selalu bersifat atau menerapkan atau
mempraktikkan ekonomi teori. Hal-hal yang dipertimbangkan dari analisis jenis kajian
ekonomi terapan ini juga sering disebut sebagai Ekonomi Kebijakan. Dengan cara
mengambil sebuah konsep dari teori ekonomi yang kemudian dicoba ulang dalam
penerapannya di bidang kebijakan ekonomi. Namun, tetap untuk selalu
memperhatikan atas fakta dan data yang telah terkumpul lewat ekonomi deskriptif
sebelumnya. Ekonomi terapan ini memiliki tujuan untuk menemukan pemecahan
masalah-masalah yang menyangkut bidang ekonomi.
(2).Ilmu ekonomi Deskriptif
adalah jenis
kajian dari ilmu ekonomi dengan pemaparan dan penjelasan secara lengkap, jelas,
dan apa adanya mengenai kehidupan ekonomi dari sejarah suatu daerah atau pun
juga negara pada suatu waktu tertentu. Jadi hal-hal yang dipertimbangkan dari
analisis ekonomi deskriptif ini lebih menggambarkan mengenai keadaan sebenarnya
yang terjadi di dalam perekonomian. Penerapan yang utama
terdiri dari mengumpulkan setiap keterangan yang benar dan dapat dipercaya
disertakan dengan berbagai masalah ekonomi yang terjadi baik dalam suatu daerah
maupun suatu negara. Pendiskripsian atau penggambaran dari masalah ekonomi ini adalah
hal yang paling sulit karena berkaitan dengan kejujuran, pemaparan dalam
ekonomi deskriptif ini seringkali harus melakukan penelitian dahulu di lapangan
atau hanya dengan melakukan wawancara dengan narasumber untuk mendapatkan data
dan bukti-bukti yang akurat sehingga kejujuran adalah hal yang sangat penting
yang harus dimiliki oleh narasumber.
(3).Ilmu
ekonomi Teori adalah
salah satu jenis kajian dari Ilmu Ekonomi yang bertugas untuk menganalisis
mengenai hubungan yang berada sama diantara berbagai variabel di bidang
ekonomi. Ekonomi teori terbagi dalam ekonomi makro dan ekonomi mikro.Hal-hal
yang dipertimbangkan dari analisis jenis kajian teori ekonomi ini ialah dengan
memberikan sejumlah pandangan yang dapat dengan jelas untuk memberi gambaran
mengenai sifat hubungan terwujud di dalam setiap kegiatan ekonomi dan juga
ramalan mengenai peristiwa yang mungkin akan terjadi jika keadaan yang biasa
mempengaruhinya mengalami sebuah perubahan. Tugas dari teori ekonomi ialah
untuk memberikan gambaran abstrak dari kenyataan yang nantinya akan terjadi di
dalam suatu perekonomian. Teori ekonomi ini selalu bersifat kompleks sehingga
diperlukan abstrasksi dan penyederhanaan untuk menjadikannya ke dalam sebuah
teori. Gambaran dari hasil teori ekonomi harus tepat, karena hasil dari teori
ekonomi akan digunakan sebagai pedoman menyelesaikan permasalahan ekonomi yang
sudah dipaparkan dalam ekonomi deskriptif melalui ekonomi terapan. Jadi dapat
disimpulkan bahwa ketiga macam ekonomi ini saling berhubungan dan saling
mempengaruhi.
Pengelompokan teori ekonomi terjadi pada tahun 1930-an dan para ahli
membaginya menjadi dua yaitu Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro. (1).Ekonomi
Mikro, ilmu ekonomi ini membahas sebagian kecil dari permasalahan ekonomi, ilmu
ekonomi ini mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga
pasar dan jumlah faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi
makro membahas kegiatan tawar-menawar yang dilakukan antara penjual dan pembeli
di pasar sehingga dari kegiatan tersebut akan terbentuk harga atas kesepakatan
bersama, kesepakatan dari dua belah pihak tersebut akan menghasilkan
keseimbangan harga, dengan mempelajari ekonomi mikro kita dapat mengetahui
permasalahan yang terjadi di pasar.kegiatan ekonomi mikro pada umumnya mengacu
pada ruang lingkup perusahaan dan rumah tangga, contohnya yaitu kegiatan jual-beli
yang dilakukan penjual dan pembeli di pasar, pada dasarnya konsumen selalu
berupaya untuk memuaskan seluruh keperluan atau kebutuhannya dan penjual selalu
berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan pengorbanan
seminimal mungkin, analisa ekonomi mikro dibagi menjadi tiga, pertama teori
harga yaitu, sebagai dasar untuk menganalisa interaksi antara penawaran dan
permintaan barang atau jasa yang ada dalam pasar serta berbagai macam faktor
yang dapat mempengaruhinya, yang dianalisa seperti proses dari pembentukan
harga yang dipengaruhi oleh interaksi antara permintaan dan penawaran suatu
produk atau jasa didalam suatu pasar, kedua teori produksi, yaitu sebagai dasar
untuk menganalisa biaya produksi dan tingkat produksi yang dianalisa seperti
masalah mengenai biaya produksi barang atau jasa, ketiga teori distribusi,
yaitu teori yang menganalisa ekonomi mikro mengenai upah karyawan atau tenaga
kerja, besarnya bunga yang perlu dibayarkan kepada pemilik modal dan besarnya
keuntungan yang didapatkan oleh produsen, Komponen yang terdapat pada ekonomi
mikro yaitu, (1) interaksi di pasar barang, hal pertama yang dijelaskan dalam
teori ekonomi mikro yaitu tentang aktivitas suatu pasar barang, dilihat dari
segi pandangan ekonomi mikro, suatu perekonomian adalah gabungan dari berbagai
jenis pasar, termasuk pasar barang, maka untuk mengenal corak dari kegiatan
suatu perekonomian perlu untuk memperhatikan corak dari suatu pasar barang,
(2).Tingkah laku penjual dan pembeli, kegiatan produsen dan pembeli pada
jegiatan ekonomi dilandasi oleh tujuan masing-masing. Dalam ekonomi mikro
dibahas mengenai upaya konsumen dalam mencukupi kebutuhan dengan pendapatannya
yang terbatas dan sementara itu perilaku produsen dibahas tentang upaya
bagaimana produsen dalam memperoleh keuntungan yang maksimal dengan melakukan
kegiatan ekonomi yang rasional, (3).Interaksi di pasaran, hal yang paling
penting dibahas dalam ekonomi mikro yaitu interaksi antara konsumen dan
produsen di pasar faktor-faktor produksi. Pasar faktor produksi menyediakan
faktor-faktor yang diperlukan oleh pihak produsen untuk dapat melakukan
kegiatan produksinya. Faktor produksi meliputi sumber daya alam, sumber daya
manusia, modal, dan kewirausahaan, faktor-faktor tersebut disediakan oleh rumah
tangga konsumen dari hal ini maka rumah tangga konsumen akan mendapatkan
balasan jasa dari rumah tangga produsen, di pasar faktor produksi juga akan
terjadi tawar-menawar antar produsen dan konsumen dalam pembentukan harga. (2).Ekonomi
makro, ekonomi ini kebalikan dari ekonomi mikro, yang membahas aktivitas
ekonomi secara keseluruhan dalam skala nasional, terutama mengenai pertumbuhan
ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang
berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah terhadap hal-hal
tersebut. Ekonomi makro mempelajari perilaku masyarakat luas, ekonomi makro
dapat digunakan untuk menganalisis dan menentukan target kebijakan negara. Secara
garis besar permasalahan ekonomi makro mencakup dua permasalahan pokok yaitu
masalah jangka pendek dan masalah jangka panjang, jangka pendek atau masalah
stabilisasi, masalah ini berkaitan dengan bagaimana menyetir perekonomian
nasional dari bulan ke bulan, atau tahun ke tahun, dalam jangka pendek
permasalahan yang utama yaitu (1).Inflasi, (2).Pengangguran, dan
(3).Ketimpangan dalam neraca pembayaran. Dalam jangka panjang, masalah ini
mengenai bagaimana kita menyetir perekonomian kita agar ada keserasian antara pertumbuhan
penduduk, pertambahan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya
dana untuk investasi. Selain hal di atas kemiskinan sebenarnya juga termasuk
masalah utama ekonomi di Indonesia, karena di Indonesia jumlah penduduk miskin
cukup besar, menurut data dari Badan Statistik Nasioanl pada maret 2012 angka kemiskinan
di Indonesia mencapai angka 11,96% atau sekitar 29,13 juta jiwa, data tersebut
membuktikan bahwa masalah kemiskinan adalah masalah utama yang harus segera
ditangani oleh pemerintah. Pada dasarnya masalah ini berkisar pada bagaimana
menghindari ketiga penyakit makro di atas dalam kurun waktu tertentu. Namun
secara umum permasalahan yang dihadapi dalam ekonomi makro diantaranya ; (1).Kemiskinan
dan pemerataan, (2).Krisis nilai tukar, (3).Hutang luar negeri, (4).Perbankan,
kredit macet, (5).Inflasi, dan (6).Pengangguran. Dalam ekonomi makro pemerintah memiliki peran penting untuk
menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang harus dilakukan diantaranya yaitu
kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, kebijakan fiskal ialah kebijakan
pemerintah dengan mengubah penerimaan dan pengeluaran, penerimaan pemerintah
bisa didapat dari pajak dan pengeluaran pemerintah biasanya digunakan untuk
pembiayaan infrastruktur umum untuk masyarakat, sedangkan kebijakan moneter
ialah kebijakan yang ditempuh pemerintah dengan cara mengubah jumlah peredaran
uang, hal ini bertujuan untuk menekan peredaran uang saat terjadi inflasi
sehingga nilai uang dapat stabil kembali. Ekonomi makro mempunyai tujuan-tujuan
tertentu bagi perkembangan perekonomian nasional, dalam ekonomi makro dipaparkan
masalah-masalah yang dihadapi oleh negara serta penyelesaian-penyelesaian yang
efektif. Selain itu dalam ekonomi makro juga dipaparkan tentang tujuannya untuk
mengembangkan dan membangun perekonomian bangsa.
Ruang Lingkup Ekonomi Makro
(1).Pertumbuhan ekonomi,
pengertian dari pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi
perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih
baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi juga dapat diartikan sebagai
proses kenaikan jumlah produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk
kenaikan pendapatan nasional. Jadi dapat dikatakan pertumbuhan ekonomi suatu
negara akan berhasil jika hasil output dalam negeri dapat memenuhi atau
melampaui target yang sudah direncanakan. Pertumbuhan ekonomi salah satu
indikator yang ingin capai keberhasilannya dalam ekonomi makro.
Menurut Boediono (2001: 35)
“Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output perkapita dalam jangka
panjang. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator untuk melihat keberhasilan
pembangunan dan merupakan syarat keharusan ( necessary condition) bagi
penurunan pengangguran”.
Pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh pertambahan penduduk, Jadi
jika terjadi pertambahan penduduk maka jumlah orang bekerja akan meningkat,
output yang dihasilkan juga akan meningkat karena pertumbuhan ekonomi sendiri
salah satu indikator keberhasilannya adalah kualitas sumber daya manusia, jika
sumber daya manusia dalam suatu negara berkualitas dan angka pengangguran
sedikit, jumlah PDB negara tersebut akan meningkat, PDB sendiri adalah output seluruh
warga suatu negara tertentu. Pertumbuhan ekonomi tersebut efektif dalam
mengurangi tingkat pengangguran. Artinya, jika pertumbuhan ekonomi dapat
menyebar di setiap golongan pendapatan, termasuk di golongan penduduk miskin.
Secara langsung hal ini berarti pertumbuhan itu perlu dipastikan terjadi
disektor-sektor dimana penduduk miskin bekerja seperti sektor pertanian atau
sektor yang padat karya. Adapun secara tidak langsung, diperlukan pemerintah
yang cukup efektif mendistribusikan manfaat pertumbuhan yang mungkin didapatkan
dari sektor modern seperti jasa yang padat modal. Pertumbuhan ekonomi merupakan
faktor penting dalam mengurangi kemiskinan dan menghasilkan sumber daya yang diperlukan
bagi pembangunan manusia dan perlindungan lingkungan. Namun, pertumbuhan
ekonomi saja tidak menjamin terjadinya pembangunan manusia karena diperlukan
peran lembaga-lembaga sipil, individu yang aman dan hak milik, serta berbasis
luas layanan kesehatan dan pendidikan juga penting untuk meningkatkan standar
hidup secara keseluruhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi :
(1).Faktor Sumber Daya Manusia, Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting
dalam proses tercapainya pertumbuhan ekonomi, cepat lambatnya pertumbuhan
ekonomi tergantung padackualitas sumber daya manusianya selaku subjek atau
pelaku dalam perekonomian, jika sumber daya manusia berkualitas maka mereka
dengan bijak akan dapat mengolah kekayaan bangsa dengan optimal. Selain itu,
dengan pemerataan infrastruktur maka akan dapat mempermudah aktivitas
masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil. (2).Faktor Sumber Daya Alam, Sebagian
besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam perekonomiannya.
Namun, sumber daya alam saja tidak cukup dalam menjamin keberhasilan proses
pertumbuhan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya
manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam
yang dimaksud diantaranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan
hasil hutan dan kekayaan laut, terlebih lagi Indonesia adalah negara yang kaya,
jika saja sumber daya manusianya dapat mengelola kekayaan alam dengan cerdas
maka Indonesia akan dapat berdiri sejajar dengan negara lain, (3).Faktor Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
semakin canggih mendorong adanya percepatan proses pertumbuhan ekonomi,
perubahan cara kerja yang semula menggunakan tangan dan tenaga manusia
digantikan oleh mesin-mesin canggih hal ini berdampak kepada aspek efisiensi,
dengan ini maka aktivitas perekonomian akan berjalan dengan cepat dan lancer
serta dapat menghasilkan output yang lebih banyak, hal ini dapat menunjang
peningkatan pendapatan nasional negara dan pada akhirnya berakibat pada
percepatan laju pertumbuhan perekonomian, (4).Faktor Budaya, Faktor budaya
memberikan dampak tersendiri terhadap pertumbuhan ekonomi yang dilakukan,
faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pertumbuhan
ekonomi tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat
mendorong pembangunan diantaranya adalah sikap kerja keras, cerdas, jujur,
ulet, dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan
diantaranya sikap anarkis, egois, boros, dan sebagainya. Karena pada dasarnya
budaya ada yang bersifat positif maupun negatif. Dengan ini diharapkan manusia
dapat memilah dan memilih budaya yang baik serta dapat mengimplementasikan
budaya yang baik dalam kehidupannya, (5).Sumber Daya Modal, Sumber daya modal
dibutuhkan manusia untuk mengolah sumber daya alam dan meningkatkan kualitas
ilmu pengetahuan dan teknologi. Sumber daya modal berupa barang-barang modal
sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pertumbuhan ekonomi karena
barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas secara efisien
apabila pengolahan sumber daya modal dilakukan secara bijak. Sumber daya modal
yang memadai dapat mendukung kelancaran dalam produksi dalam negeri, jadi
keahlian tenaga kerja sangat berperan juga dalam pengelolaan modal. Selain
faktor-faktor di atas, pertumbuhan ekonomi juga ditentukan oleh faktor
eksternal dan faktor internal, dengan kata lain perbandingan pertumbuhan
ekonomi Indonesia tahun ini dengan tahun sebelumnya lebih ditentukan oleh
faktor-faktor yang sifatnya lebih jangka pendek, yang dapat dikelompokkan ke
dalam faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor eksternal didominasi oleh faktor-faktor
ekonomi, seperti perdagangan internasional dan pertumbuhan ekonomi kawasan atau
dunia. Faktor-faktor internal meliputi faktor ekonomi dan faktor nonekonomi,
faktor ekonomi misalnya sektor perbankan, pengeluaran konsumsi, hutang luar
negeri dan ketergantungan impor. Faktor nonekonomi misalnya kondisi politik,
sosial dan keamanan. Selain hal di atas kemiskinan dan pengangguran merupakan
kedala yang sangat berpengaruh, pengangguran disebabkan oleh tidak maksimalnya
daya serap terhadap lapangan kerja hal ini berarti meningkatkan angka
kemiskinan, melihat hal ini seharusnya pemerintah berupaya untuk menekan angka
pengangguran agar kesejahteraan masyarakat dapat terpenuhi. Selain itu
pemerintah perlu menyelamatkan industri-industri padat karya dan perbaikan
irigasi bagi petani, jumlah penduduk yang tidak sebanding dengan lapangan
pekerjaan merupakan faktor utama yang menyebabkan jumlah pengangguran terus
meningkat, dan persaingan kerja yang sengit serta tuntutan untuk bisa bertahan
hidup menyebabkan masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain menjadi pekerja
di sektor informal seperti buruh, kuli, dsb. Tentu saja hal tersebut menjadi
pemicu kemiskinan karena masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya
seperti sandang, papan, pangan, kesehatan, dan pendidikan. Beberapa macam
indikator yang dapat digunakan untuk melihat dan mengukur pertumbuhan ekonomi
yaitu (1).Produk Domestik Bruto, produk domestik bruto adalah nilai seluruh
barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam negeri, jadi hasil dari seluruh
barang dan dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara dapat dijadikan
indikator dalam mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara, apabila
nilai yang dihasilkan itu tinggi maka dapat dikatakan pertumbuhan ekonomi suatu
negara itu berhasil. Kelemahan PDB sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi adalah
sifatnya yang global dan tidak mencerminkan kesejahteraan individu melainkan
kesejahteraan masyarakat dalam suatu negara, (2).Pendapatan Perkapita, PDB per
kapita merupakan ukuran yang lebih tepat karena telah memperhitungkan jumlah
penduduk. Jadi ukuran pendapatan perkapita dapat diketahui dengan membagi
produk domestik bruto dengan jumlah penduduk. Jika pendapatan negara itu tinggi
maka pertumbuhan ekonominya juga cepat tetapi sebaliknya jika pendapatan suatu
negara itu di bawah rata-rata maka pertumbuhan ekonominya juga rendah.
pendapatan perkapita merupakan salah satu tolak ukur dalam menentukan kemajuan
suatu negara tertentu, (3).Pendapatan Per jam Kerja, suatu negara dapat
dikatakan lebih maju dibandingkan negara lain bila mempunyaitingkat pendapatan
atau upah per jam kerja yang lebih tinggi daripada upah per jam kerja di negara
lain untuk jenis pekerjaan yang sama. Jika pendapatan setiap satu jam bekerja
itu tinggi maka dalam satu bulan pendapatan masyarakat juga akan tinggi, dengan
ini maka kehidupan masyarakat dalam suatu negara dapat dikatakan makmur tan
tercukupi segala kebutuhannya, tingkat kesejahteraan penduduk sangat berperan
penting dalam penilaian kemajuan suatu negara karena apabila keadaan
penduduknya masih di bawah rata-rata atau miskin maka negara tersebut tidak
mungkin masuk dalam kategori negara yang maju. Pertumbuhan ekonomi diharapkan
dapat menyebar di setiap golongan pendapatan, termasuk golongan penduduk
miskin, maka dengan hal ini pertumbuhan ekonomi akan masuk dalam sektor-sektor
pertanian mengingat negara kita faktor utama penunjang perekonomian adalah dari
sektor pertanian, namun sebenarnya negara kita adalah negara yang mempunyai wilayah
lautan yang luas maka bukan hanya hasil pertanian yang dapat dioptimalkan
pengelolaanya tetapi hasil laut juga, Indonesia kaya akan hasil laut seperti
ikan, produksi ikan Indonesia sangat tinggi maka seharusnya produksi laut
Indonesia dapat menunjang peningkatan pendapatan negara. Namun hasil tangkapan
ikan di Indonesia sebagian besar hanya untuk di ekspor bukan untuk memenuhi
kebutuhan gizi dalam negeri. Sebenarnya hasil tangkapan ikan bisa diolah
terlebih dahulu agar mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi sehingga
keuntungan yang diperoleh juga akan meningkat Pendapatan yang tinggi dan
tingkat kesejahteraan penduduk yang cukup adalah aspek penting dalam penilaian
perekonomian suatu negara. Pertumbuhan ekonomi pada zaman sekarang ini
berdampak pada kehidupan penduduk suatu negara. Semuanya ini berpengaruh pada
kesejahteran rakyat banyak. Oleh karena itu negara terus memajukan pendapatan
negara dengan menaikkan harga-harga kebutuhan pokok seperti minyak yang katanya
bisa menjadikan lebih baik tingkat perekonomian kita. Cara mengukur pertumbuhan
ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan Gross National
Product (GNP) tahun yang sedang berjalan, dengan tahun sebelumnya.kegiatan
konsumsi merupakan penggerak utama dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi
Indonesia, pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh konsumsi memberikan efek
ganda yang lebih tinggi, kenyataan ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia
masih tergantung pada pengeluaran konsumsi masyarakat dan konsumsi pemerintah. Pertumbuhan
ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan
barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran
masyarakat meningkat, faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian Indonesia
tidak terlepas dari permasalahan kesenjangan dalam pengelolaan perekonomian,
dimana para pemilik modal besar selalu mendapatkan kesempatan yang lebih luas
dibandingkan dengan pengusaha kecil dan menengah yang kekurangan modal, faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara umum yaitu: (1).
Faktor produksi, yaitu harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada dan
penggunaan bahan baku dalam negeri semaksimal mungkin, (2). Faktor investasi,
yaitu dengan membuat kebijakan investasi yang tidak rumit dan berpihak pada
pasar, (3). Faktor kebijakan moneter dan inflasi, yaitu kebijakan terhadap
nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga ini juga harus di antisipatif dan
diterima pasar, dan (4). Faktor keuangan negara, yaitu berupa kebijakan fiskal
yang konstruktif dan membiayai pengeluaran pemerintah. Kebanyakan negara
berkembang menghadapi banyak masalah dalam mempecepat pertumbuhan ekonomi,
hambatan terpenting yang sering dialami adalah seperti kegiatan negara masih
menghadapi masalah kekurangan dana modal dan barang modal yang modern, tenaga
terampil seperti terdidik dan mempunyai keahlian kewirausahaan penawaran yang
masih jauh di bawah jumlah yang diperlukan, perkembangan penduduk yang sangat
pesat yang tidak diimbangi jumlah lapangan pekerjaan, dan berbagai masalah
institusi, sosial, kebudayaan, dan politik yang sering dihadapi. Proses
pertumbuhan ekonomi harus diimbangi dengan proses inovasi dan pelakunya
innovator atau para wiraswasta, kemajuan ekonomi masyarakat hanya bisa
diterapkan dengan adanya inovasi oleh para wiraswasta, karena para wiraswasta
akan dapat meningkatkan output dari usaha mereka, dan banyaknya jumlah faktor
produksi yang tidak diimbangi dengan penggunaan proses produksi yang inovatif
kenaikan output tidak akan optimal, mengingat pada perubahan jaman sekarang
teknologi sudah berkembang menjadi canggih dan dapat membantu proses produksi
yang lebih efisien dengan hasil yang bagus, dan cepat. Selain itu para
wiraswasta diharapkan dapat mengembagkan usahanya dengan menghasilkan dan menciptakan
produk baru yang menarik pasar dunia sehinnga produk tersebut dapat diminati
oleh pasar dunia dengan ini maka akan dapat meningkatkan tingkat ekspor dalam
negeri, prtumbuhan ekonomi merupakan tolak ukur penilaian pertumbuhan ekonomi
nasional maka kita tidak boleh teringgal leh negara lain, negara harus bisa
berubah menjadi lebih baik, Indonesia adalah negara yang luas Indonesia dapat
memaksimalkan kekayaan yang dimiliki dan harus bisa mengolah sumber daya yang
dimiliki, di negara tetangga wilayahnya jauh lebih kecil disbanding Indonesia
tapi perkembangannya melebihi indnesia bahkan negara tetangga dengan wilayah
seperempat dari total wilayah Indonesia bisa menjadi negar yang maju,
seharusnya Indonesia dengan wilayah yang luasa dan sumber daya yang melimpah
dapat membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan makmur, tapi kenyataannya
Indonesia masih menjadi negara yang berkembang dengan tingkat pertumbuhan
ekonomi yang relative rendah, masyarakat Indonesia tidak mengolah dengan
maksimal kekayaan yang dimiliki, bahkan masyarakat Indonesia lebih condong
dengan dengan pihak yang memiliki modal yang melimpah yaitu pihak asing,
masyakat Indonesia menjual sumber daya yang dimiliki ke pihak asing buak malah
mengolahnya untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri dan untuk menunjang tingkapt
pertumbuhan ekonomi negara, buktinya hampir dari sumber daya yang dimiliki
sudah dikuasai oleh pihak asing, masalah ini adalah masalah besar yang harus
dicarai jalan penyelesainnya oleh pemerintah Indonesia. Pertumbuhan ekonomi adalah
salah satu dari kajian ekonomi makro, ruang lingkup ekonomi makro sangat luas
dengan ini maka pertumbuhan ekonomi adalah satu dari tujuan ekonomi makro.
(2).Pendapatan Nasional, dalam ekonomi makro salah satu indikator
penting untuk mengetahui kondisi perekonomian suatu negara dalam suatu periode
tertentu adalah data dari pendapatan nasional negara tersebut. Pendapatan
nasional adalah sebagai nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh
suatu negara selama waktu atau periode tertentu. Tingkat perkembangan ekonomi
suatu negara juga dapat dilihat dari pendapatann nasionalnya. Usaha-usaha
pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh setiap negara diarahkan untuk
meningkatkan dan menstabilkan pendapatan nasional. Setiap negara memiliki suatu
sistem perhitungan pendapatan nasional. Sistem tersebut merupakan suatu cara
mengumpulkan informasi perhitungan terhadap hal-hal sebagai berikut. Di
Indonesia pendapatan nasionalnya masih rendah, hasil output yang dihasilkan
juga masih belum optimal. Pengolahan sumber daya yang dilakukan belum optimal
karena sebagian besar sumber daya yang dimiliki Indonesia di kuasai oleh pihak
asing selain itu sumber daya mentah yang dimiliki di ekspor di negara lain,
sebenarnya Indonesia adalah negara yang kaya dengan wilayah yang sangat luas.
Namun sumber daya manusia di Indonesia masih berkualitas rendah mereka belum
bisa mengolah kekayaan yang dimiliki jika saja Indonesia bisa dan mampu
memanfaatkan sumber daya yang dimiliki maka hasil output negara juga akan
meningkat dengan hal itu maka pendapatan nasional juga akan meningkat, kualitas
keberhasilan suatu negara dapat dilihat dari tingkat pendapatan nasioanalnya,
di dunia ada tingkatan dalam pendapatan nasional tertentu untuk mengategorikan
tentang status atau keadaan suatu negara baik dalam kategori keadaan negara
yang kurang, sedang, atau negara yang berhasil. Jika pendapatan nasional negara
tinggi maka dapat dikatakan bahwa keadaan masyarakat dalam negara tersebut
makmur dan sejahtera, kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan terpenuhi.
Selain itu tingkat pengangguran dalam suatu negara rendah.
Perhitungan Pendapatan Nasional terdapat tiga cara perhitungan
pendapatan nasional (GNP/GDP) suatu negara, yaitu : (1).Perhitungan dari sisi
output atau metode produksi, Perhitungan Pendapatan Nasional Dari Sisi Output
atau Metode Produksi. Dengan metode ini pendapatan nasional dihitung dengan
cara menjumlahkan produksi (output) barang-barang dan jasa-jasa selama satu periode
tertentu. Di Indonesia, pendapatan nasional dihitung dari penjumlahan output
yang dihasilkan sektor-sektor dalam perekonomian, seperti sektor pertambangan,
pertanian, kehutanan, pariwisata, perdagangan. Unit-unit produksi tersebut
dalam penyajian ini dikelompokkan menjadi 9 lapangan usaha (sektor) yaitu :
(1).Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, (2).Pertambangan dan
Penggalian, (3).Industri Pengolahan, (4).Listrik, Gas dan Air Bersih, (5).Konstruksi,
(6).Perdagangan, Hotel dan Restoran, (7).Pengangkutan dan Komunikasi, (8).Keuangan,
Real Estate dan Jasa Perusahaan, (9).Jasa-jasa termasuk jasa pelayanan
pemerintah. Setiap sektor tersebut dirinci lagi menjadi sub-sub sektor. Dalam
perhitungannya digunakan perhitungan nilai tambah. Dalam perhitungan ini nilai
output harus dikurangi nilai input yang merupakan output dan dibeli dari
perusahaan lain. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perhitungan dua
kali (double counting) nilai output.
(2).Perhitungan
Pendapatan Nasional Dari Sisi Pengeluaran. Pendapatan nasional dihitung dari
sisi pengeluaran dengan menjumlahkan berbagai pengeluaran yang diperlukan untuk
membeli output akhir. Ini merupakan jumlah dari empat kategori pengeluaran,
yaitu : (1).Pengeluaran Konsumsi (Consumption = C) Ini merupakan pengeluaran
pada semua barang dan jasa yang dihasilkan dan dijual kepada pembeli akhir.
Dalam perhitungan ini dikecualikan rumah tinggal yang dihitung sebagai
investasi, (2).Pengeluaran Investasi (Investment = I) Ini merupakan pengeluaran
pada barang-barang investasi, yaitu barang-barang yang tidak digunakan untuk
konsumsi sekarang, termasuk persediaan (inventory), barang modal (seperti
pabrik, mesin dan gudang) dan rumah tinggal, (3).Belanja Barang dan Jasa Oleh
Pemerintah (Government Expenditure = G) Yang dimasukkan sebagai bagian GNP/GDP
hanyalah pengeluaran pemerintah dalam menghasilkan barang dan jasa yang
sekarang saja. Sedangkan pembayaran transfer (transfer payment), seperti
pembayaran jaminan sosial, asuransi, pensiun dan kesejahteraan tidak
dimasukkan, (4).Ekspor Neto Ekspor Neto (Nett Export = X-M) X =Total Expor, M=Total Impor. Ekspor
neto adalah total ekspor dikurangi total impor suatu Negara. Secara matematis,
pendapatan nasional dari sisi pengeluaran dirumuskan sebagai berikut:
Y = C + I + G + NX atau
Y = C + I + G + X – M
|
(3).Perhitungan Pendapatan Nasional Dari Sisi
Pendapatan, Pendekatan Pendapatan (income a product) adalah suatu pendekatan
dimana pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan dari berbagai
faktor produksi yang memberi sumbangan terhadap proses produksi. Dari sisi
pendapatan, pendapatan nasional merupakan penjumlahan balas jasa yang diterima
oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu
negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Balas jasa faktor
produksi yang dimaksud adalah upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan
keuntungan; semuanya sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung
lainnya. Dalam definisi ini, PDB mencakup juga penyusutan dan pajak tidak
langsung neto (pajak tak langsung dikurangi subsidi). Faktor-faktor perhitungan
Pendapatan Nasional Metode Pendapatan : (a).Upah atau gaji, yaitu pembayaran
atas jasa tenaga kerja. Termasuk di sini upah bersih (take home pay), pajak
penghasilan, jaminan sosial, iuran dana pensiun dan imbalan lainnya. (b).Sewa,
yaitu pembayaran atas faktor yang disewa, (c).Bunga, yaitu termasuk bunga yang
dihasilkan dari deposito di bank, bunga pinjaman kepada perusahaan dan
bermacam-macam pendapatan investasi lainnya, (d).Laba, yaitu baik laba yang
dibagikan dan laba yang ditahan dimasukkan dalam perhitungan pendapatan
nasional, (e).Pajak usaha tidak langsung, yaitu pajak atas produksi dan
penjualan barang dan jasa, dan (f).Subsidi pemerintah pada barang dan jasa
dikurangkan dari perhitungan pendapatan nasional. Pendapatan nasional
berdasarkan pendekatan pendapatan dapat dirumuskan sebagai berikut :
NI = Yw + Yr + Yi + Yp
|
Keterangan :
(1).NI =
Pendapatan Nasional , (2).Yw = Pendapatan
dari upah, gaji, dan lainnya,
(3).Yr =
Pendapatan bersih dari sewa , (4).Yi =
Pendapatan dari bunga, dan (5).Yp = Pendapatan dari keuntungan perusahaan dan
usaha perorangan
Tujuan penghitungan pendapatan nasional adalah untuk mengukur tingkat
kemakmuran suatu negara dan mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh
barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam waktu satu tahun. Selain
itu, digunakan untuk melihat kemajuan suatu negara di bidang perekonomian
karena pendapatan nasional berhubungan dengan aktivitas ekonomi, sehingga
kegitan perekonomian suatu negara mempengaruhi tingkat pendapatan negara. Manfaat
yang diperoleh dari penghitungan pendapatan nasional adalah sebagai berikut:
(1).Mengetahui dan menelaah kondisi atau struktur perekonomian. Dari
perhitungan pendapatan nasional, kita dapat menggolongkan suatu negara sebagai
negara industri, pertanian atau jasa. Dapat ditentukan pula besarnya sektor-sektor
industri, pertanian, pertambangan, dan lain-lain, (2).Membandingkan kemajuan
perekonomian dari waktu ke waktu. Data mengenai pendapatan nasional dibuat
setiap tahun, maka kita dapat membandingkan besarnya pendapatan nasional suatu
negara dari tahun ke tahun. Perbandingan tersebut diharapkan dapat memberikan
informasi sebagai berikut, (1).Kenaikan atau penurunan perekonomian, (2).Perubahan
struktur ekonomi, dan (3).Kenaikan atau penurunan pendapatan per kapita
berdasakarn jumlah penduduknya, (3).Membandingkan perekonomian antarbangsa atau
antar daerah. Data perhitungan pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk
membandingkan perekonomian suatu negara dengan negara lain dan antar satu
daerah atau provinsi dengan daerah atau provinsi lain. Kita dapat membandingkan
pendapatan per kapita antara Amerika Serikat dengan Jepang dan antara Jawa
Tengah dengan Jawa Timur. Perbandingan ini berguna untuk menilai seberapa jauh
kita tertinggal atau lebih maju dibandingkan dengan negara lain yang yang lebih
maju atau lebih terbelakang dari kita, (4).Merumuskan kebijaksanaan pemerintah.
Perhitungan pendapatan nasional berguna pula untuk membantu merumuskan
kebijakan pemerintah. Dari kecepatan pertumbuhan sektor pertanian dalam
subsektor tanaman bahan makanan, pemerintah dapat menentukan kebijakan
pengadaan pangan. Misalnya dapat tidaknya bahan makanan disediakan dari
produksi dalam negeri dan seberapa besar masih harus diimpor. Berdasarkan
pendapatan per kapita, pemerintah dapat pula menentukan kebijakan kependudukan
dan penggunaan dana investasi, (5).Mengetahui Pendapatan Per kapita. Pendapatan
per kapita adalah pendapatan rata-rata untuk masing-masing penduduk dalam suatu
negara selama satu periode tertentu. Adapun rumusnya sebagai berikut.
Pendapatan Per Kapita =
Pendapatan nasional : Jumlah penduduk
|
Pendapatan
per kapita terhitung secara berkala, biasanya per satu tahun atau dalam satu
perode tertentu, data hasil dari perhitungan pendapatan nasional digunakan
untuk, (1).Sebagai data perbandingan tingkat kesejahteraan suatu negara dengan
negara lain, (2).Sebagai perbandingan tingkat standar hidup suatu negara dengan
negara lain, (3).Sebagai data untuk kebijakan atau sebgai bahan baku
pertimbangan mengambil kebijakan atau sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil
langkah ekonomi, dan (4).Sebagai data untuk melihat tingkat perbandingan
kesejahteraan masyarakat suatu negara. Secara garis besar untuk menambah
pendapatan suatu negara, suatu negara tersebut harus memaksimalkan pengelolaan
sumber daya yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan ekspor dan mengurangi
tingkat impor, karena pada dasarnya kegiatan ekspor dapat membuat suatu negara
dalam keadaan yang surplus, dan apabila dalam suatu lebih mengutamakan impor
dari negara lain maka suatu negara tersebut akan cenderung dalam keadaan yang
deficit, Indonesia adalah negara yang luas dan sangat kaya akan kekayaan alam
apabila dapat memenfaaatkan sumber daya yang dimiliki secara optimal maka
negara Indonesia tidak akan tergantung lagi pada kegiatan impor. Penghitungan
pendapatan nasional yang dilakukan oleh suatu negara dapat menentukan tingkat
pertumbuhan ekonomi negara tersebut, dengan mengamati tingkat pertumbuhan
ekonomi suatu negara dapat menilai perlkembangan negara tersebut dalam
mengendalikan kegiatan perekonomiannya, baik dalam jangka pendek maupun jangka
panjang, dengan demilian tolok ukur yang paling baik untuk menunjukkan
kemakmuran suatu negara ialah dengan menentukan pendapatan nasional. Selain
itu, masyarakat dapat membandingkan dan mengetahui perananan suatu pemimpin
atau penggerak ekonomi bangsa tentang bagaimana mereka membawa bangsa ini
kearah perekonomian yang lebih baik ataukan mengalami kemajuan atau dalam
keadaan yang stagnan. Semakin tinggi nilai pendapatan nasional suatu negara
mencerminkan tingkat kemakmuran masyarakatnya, tingkat kemakmuran rakyat dalam
suatu negara dapat diukur berdasarkan tingginya pendapatan nasional suatu
negara, karena jika pendapatan nasional suatu negara itu tinggi berarti nilai
pendapatan seluruh masyarakatnya juga tinggi dan apabila tingkat pendapatan
nasional suatu negara itu tinggi maka hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas
perekonomian masyarakat meningkat.
Peran Pembagian Ilmu
Ekonomi Dalam Perekonomian di Indonesia.
Pembagian ilmu ekonomi sangat berguna bagi perkembangan perekonomian,
ilmu ekonomi dapat memberi petunjuk kebijakan-kebijakan apa yang harus diambil
oleh instansi pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi yang
dihadapai dalam suatu negara. Selain itu pembagian dalam ilmu ekonomi dalam
beberapa cabang juga dapat mempermudah pemerintah atau seorang peneliti dalam
menentukan permasalahan berdasarkan ruang lingkupnya, kedua ruang lingkup dalam
ekonomi makro seperti Pendapatan nasional sangat erat hubungannya dengan
ekonomi makro, karena pendapatan nasional merupakan salah satu dari kajian
ekonomi makro. Jadi jika pendapatan nasional dalam suatu negara mengalami
peningkatan maka tujuan ekonomi suatu negara dapat tercapai, tapi jika
pendapatan nasional mengalami kemunduran bahkan dalam setiap tahunnya maka
dapat dikatakan bahwa suatu negara gagal dalam upaya peningkatan pendapatan
nasional, selain itu pendapatan nasional dan pertumbuhan ekonomi saling
berhubungan dan ada keterkaitan, jadi jika pendapatan nasional tidak mengalami
peningkatan maka pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara juga tidak akan
mengalami perkembangan, pertumbuhan ekonomi akan stagnan. Pendapatan nasional
salah satu aspek untuk menentukan tingkat perekonomian suatu negara, tingkat pendapatan
nasional menentukan seberapa kuat suatu negara bersaing dalam dunia
internasional. Pembagian ilmu ekonomi sangat berperan dalam perekonomian di
Indonesia karena dengan adanya pembagian dalam ilmu ekonomi terdapat banyak
cabang atau ilmu baru yang bermanfaat. Awalnya ilmu ekonomi terbagi dalam tiga
bagian ilmu ekonomi yaitu ilmu ekonomi deskriptif, ilmu ekonomi teori, dan ilmu
ekonomi terapan, ketiga teori ini saling keterkaitan dimana ilmu ekonomi teori
menjadi pedoman dalam penerapan-penerapan secara nyata yang dilakukan oleh ilmu
ekonomi terapan untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi yang telah dipaparkan
dalam ekonomi deskriptif. Setelah itu, dari ilmu ekonomi teori dibagi menjadi
dua cabang yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro, dalam ekonomi makro terdapat
ruang lingkup penting yakni pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional, kedua
aspek ini sangat berperan penting dalam perekonomian Indonesia, karena jika
kedua aspek ini berhasil dicapai maka negara bisa dikatakan negara yang
berhasil membawa masyarakatnya kedalam kondisi yang sejahtera. Pendapatan
nasional yang tinggi akan membawa dan menunjang keberhasilan pertumbuhan
ekonomi suatu negara, jika pertumbuhan ekonomi suatu negara tinggi maka
infrastuktur dalam negera tersebut dapat dikatakan memadai, yang paling utama
adalah tersedianya lapangan pekerjaan, sehingga jumlah angka pengangguran akan
menurun, selain itu minimnya jumlah lapangan pekerjaan mempengarungi tingkat
angka kemiskinan bayangkan saja jika jumlah lapangan pekerjaan tidak sesuai
dengan jumlah penduduk maka hanya sedikit yang dapat terserap oleh dunia kerja
lalu dari penduduk yang tidak terserap oleh dunia kerja mereka akan menganggur
dan tidak bisa memenuhi kebutuhan pkok mereka, apabila kebutuhan pokok mereka
tidak terpenuhi maka akan muncul masalah baru yang harus diselesaikan oleh
pemerintah misalnya saja kurangnya gizi bagi masyarakat, tingkat putus sekolah
pada anak akan tinggi karena tidak mampunya orang tua anak dalam membayar uang
sekolah dengan masalah ini maka anak usia sekolah akan banyak yang terpaksa
membantu orang tua mereka dalam mencari nafkah seperti mengamen, mengemis. Jika
masalah ini meningkat bagaimana nasib bangsa jika generasi bangsa tidak
mengenyam duni pendidikan dengan baik, maka
jumlah lapangan pekerjaan sangat penting untuk menunjang perekonomian bangsa
karena apabila banyak masyarakat yang bekerja maka tingkat output dari suatu
negara itu sendiri akan meningkat, pertumbuhan ekonomi juga akan dapat mencapai
keberhasilan. Selain dari masyarakat peran dari pemerintah juga sangat penting,
sehingga untuk menunjang keberhasilan dari kedua aspek tersebut diperlukan
kerjasama yang baik antar pemerintah dan masyarakat. Di Indonesia sendiri
sebenarnya dapat memaksimalkan hasil dari pengelolaan sumber daya yang dimiliki,
namun sekarang ini banyak sekali sumber daya milik negara yang dikuasai oleh
pihak asing, jika saja Indonesia memaksimalkan kekayaan yang dimiliki maka bisa
saja Indonesia merajai ekspor dunia. Masalah masalah dalam ekonomi bisa
dipecahkan dengan menggunakan ketiga bagian dari ilmu ekonomi yang telah kita
bahas sebelumnya, yakni dengan menganalisis dan menyusun dahulu secara teori
cara apa yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang dipaparkan dalam ilmu
ekonomi deskriptif kemudian lakukan penerapan secara nyata. Di Indonesia
pertumbuhan ekonomi masih tergolong rendah, kita sebagai generasi muda
diharapkan dapat membawa perubahan di masa depan. Jika Indonesia mengelola
sumber daya dengan baik dan bijak maka ekspor negara akan stabil, meningkatnya
kegiatan ekspor akan membawa perubahan dalam sektor industry dan sektor
perdagangan, meningkatnya angka ekspor maka pendapatan negara akan meningkat
dengan kata lain akan mengalami keadaan ekonomi surplus, dana apabila impor
dalam negeri jumlahnya melebihi ekspor maka negara akan mengalami deficit
karena banyaknya pembiayaan untuk impor dari pada pendapatan karena ekspor.
Perubahan-perubahan pada berbagai sektor ekonomi yang posistif akan
mengakibatkan terjadinya pertumbuhan ekonomi, yang ditandai dengan naiknya
produksi nasional atau pendapatan nasional. Selain itu pembagian ilmu ekonomi
di Indonesia mempunyai peran penting bagi pemerintah untuk menentukan
langkah-langkah dan kebijakan-kebijakan yang tepat guna mencapai keberhasilan
pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional negara. Dengan menggunaka ketiga
bagian ilmu ekonomi tersebut pemerintah dimudahkan dalam menyusun
strategi-strategi yang cerdas dengan survei dahulu masalah atau kendala apa
yang dialami negara sehingga dengan begitu mereka akan cepat menyusun langkah
untuk menyelesaikan kendala yang ada sehingga pertumbuhan ekonomi dan
pendapatan nasional akan cepat tercapai, kemakmuran dan kesejahteraaan negara
Indonesia juga akan meningkat dan diakui di mata dunia. Tingkat perekonomian di
Indonesia masih tergolong rendah karena secara aspek ekonomi maupun nonekonomi
tidak dikelola dengan maksimal, diharapka di tahun-tahun berikutnya tingkat
perekonomian bisa lebih berkembang dan semakin maju.
Simpulan
Ilmu ekonomi pada dasarnya merupakan ilmu yang mempelajari perilaku
manusia dalam menentukan berbagai pilihan untuk kehidupannya, manusia dituntut
untuk bisa mengolah sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhannya yang
tidak terbatas. Jika manusia mempunyai sikap yang bijak maka standar kualitas
hidup manusia akan meningkat, namun seiring berkembangnya zaman ilmu ekonomi
mulai berkembang menjadi bidang studi ilmu pengetahuan tepatnya setelah adanya
banyak penelitian dan pengembangan oleh para ahli ilmu ekonomi lahirlah ilmu
ekonomi dalam berbagai bidang, cakupan pembahasan ilmu ekonomi juga sangat luas
dengan hal ini maka Alfred W. Stonier dan
Douglas C. Hagues mengemukakan bahwa ilmu ekonomi dibagi menjadi tiga bagian
yaitu ilmu ekonomi terapan, ilmu ekonomi teori, dan ilmu ekonomi deskriptif.
Ketiga pembagian ilmu ekonomi ini saling melengkapi satu sama lain dan dapat
membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan negara, dimana ilmu ekonomi teori
menjadi pedoman dalam penerapan-penerapan secara nyata yang dilakukan oleh ilmu
ekonomi terapan untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi yang telah dipaparkan
dalam ekonomi deskriptif. Secara keseluruhan,
teori ekonomi dibagi menjadi dua bagian besar, pembagian itu adalah Teori
Ekonomi Mikro dan Teori Ekonomi Makro. Ruang lingkup ekonomi makro utamanya
untuk menunjang keberhasilan pertumbuhan ekonomi negara dan peningkatan
pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional saling berpengaruh
dan saling berkaitan jika pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara mengalami
peningkatan maka hal tersebut akan diikuti dengan peningkatan pendapatan
nasional, kedua aspek ini berperan dalam pembangunan bangsa karena jika dua
aspek tersebut dapat tercapai maka negara Indonesia dapat dikatakan menjadi
negara yang berhasil dengan tingkat perekonomian tinggi dengan hal ni juga
dapat mencerminkan jika kehidupan rakyat Indonesia makmur dan sejahtera. Dalam
ekonomi makro pemerintah memiliki peran yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan
moneter, kebijakan fiskalialah kebijakan pemerintah dengan mengubah penerimaan
dan pengeluaran, sedangkan kebijakan moneter ialah kebijakan yang ditempuh
pemerintah dengan cara mengubah jumlah peredaran uang. Setiap negara mempunyai
kesempatan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi oleh karena itu faktor-faktor
produksi harus ditingkatkan. Faktor penting untuk menunjang keberhasilan
pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional adalah faktor sumber daya manusia,
faktor sumber daya alam, dan faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, ketiga
faktor tersebut saling berkaitan apabila suatu negara mempunyai ketiga komponen
tersebut maka pertumbuhan dan pendapatan nasionalnya akan tinggi, karena jika
sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu negara mempunyai ilmu pengetahuan
yang baik mereka akan bekerja keras dengan sebaik mungkin, dengan sikap yang
cerdas, ulet, jujur dan bertanggung jawab maka mereka akan bisa mengolah dan
mengelola sumber daya alam yang dimiliki, di Indonesia kaya akan sumber daya
alam, tetapi pengelolaanya masih rendah dan belum optimal sehingga dengan
kualitas sumber daya manusia yang baik mereka akan bisa mengolah sumber daya
alam yang dimiliki dengan teknologi-teknologi yang canggih, dengan memanfaatkan
teknologi yang canggih maka akan menimbulkan dampak yang positif karena akan
membuat perubahan cara kerja yang lebih efisien dengan hasil yang berkualitas
dengan kuantitas yang tinggi, sehingga hasil output suatu negara akan meningkat
hal ini akan menunjang peningkatan presentase pendapatan nasioanal jika
pendapatan nasional meningkat maka akan mempercepat laju pertumbuhan
perekonomian. Penghitungan pendapatan nasional yang dilakukan oleh suatu negara
dapat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi negara tersebut, dengan mengamati
tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat menilai perkembangan negara
tersebut dalam mengendalikan kegiatan perekonomiannya, baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang, Semakin tinggi nilai pendapatan nasional suatu negara
mencerminkan tingkat kemakmuran masyarakatnya, tingkat kemakmuran rakyat dalam
suatu negara dapat diukur berdasarkan tingginya pendapatan nasional suatu
negara, karena jika pendapatan nasional suatu negara itu tinggi berarti nilai
pendapatan seluruh masyarakatnya juga tinggi dan apabila tingkat pendapatan
nasional suatu negara itu tinggi maka hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas
perekonomian masyarakat meningkat. Dengan demilian tolok ukur yang paling baik
untuk menunjukkan kemakmuran suatu negara ialah dengan menentukan pendapatan
nasional. Ilmu ekonomi sangat
berguna dan berperan penting dalam membantu pemerintah karena ia memberikan
petunjuk-petunjuk mengenai kebijakan apa yang bisa diambil untuk menanggulangi
suatu permasalahan ekonomi tertentu.
Daftar Rujukan
Eko, Yuli.2012. Ekonomi 1 : untuk
SMA dan MA Kelas X, (online), (http://ekonomikelasx.blgspot.co.id/2012/02/manfaat-dan-tujuan-penghitungan.html?m=1, diakses 6 Desember 2016)
Saputra, Yusup. 2014. Ekonomi
Kelas X, (online), (http://ekonomikelasx.blogspot.co.id/2014/09/pembagian-ilmu-ekonomi.html?m=1, diakses 6 Desember 2016)
Hadiningrum,
Febriana. 2010. Ilmu Ekonomi,
(online), (http://febrianahadiningrum.blogspot.co.id/2010/10/ilmu-ekonomi.html?m=1), diakses 6 desember 2016 )
Ratna, Dian. 2011. Makalah Pertumbuhan Ekonomi, (online), (http://dianratna.blogspot.co.id/2011/10/makalah-pertumbuhan-ekonomi.html?m=1, diakses 6 Desember 2016)
Pratama. 2013. Kegiatan Ekonomi Makro dan Pendapatan
Nasional, (online), (https://pratama1989.wordpress.com/2013/10/30/kegiatan-ekonomi-makro-dan-pendapatan-nasional/, diakses 6 Desember 2016)
Kholis. 2013. Pengertian Perekonomian Makro dan Permasalahannya,
(online), (http://zahiraaccounting.com/id/blog/pengertian-ekonomi
makro-dan-permasalahannya/, diakses 13 desember 2016)
Sumantri, Tri. 2012. Makalah Pertumbuhan Ekonomi, (online), (http://triicecsfabregas.blogspot.co.id/2012/11/makalah-pertumbuhan-ekonomi.html?m=1, diakses 13 desember 2016)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar